• Home
  • Blog
  • Material Desain Interior Parket Vinyl

Material Desain Interior Parket Vinyl

Desain interior merupakan salah satu faktor penting dari suatu bangunan. Interior bangunan yang baik akan tampak serasi dengan kebutuhan bangunan itu sendiri. Misalnya, bangunan untuk sebuah kedai kopi sangat cocok menggunakan desain interior bernuansa cokelat yang hangat dengan lampu yang temaram. Salah satu faktor pendukung desain interior tersebut yakni desain lantai.

Desain lantai ataupun bahan-bahan untuk lantai, banyak sekali jenisnya, diantaranya adalah parket vinyl. Parket vinyl sebenarnya terdiri dari dua jenis material berbeda namun karena terkadang dipakai bersamaan (komplementer) keduanya jadi dianggap sebagai satu produk. Bahan ini marak digunakan dalam desain interior. Selain desain lantai, produk flooring ini juga dapat digunakan sebagai dekorasi dinding ruangan.

Parket Vinyl

  • Perbedaan Parket dan Vinyl

Parket adalah sebuah susunan dari lembaran-lembaran kayu yang dapat menghasilkan efek dekoratif seperti mozaik. Parket digunakan sebagai bahan finishing untuk menutupi lantai. Ada tiga jenis parket:

  1. Solid Parket

Terbuat dari kayu solid (kayu berbahan kuat) yang dipotong dan dibelah dengan ukuran tertentu, contohnya potongan dengan tinggi= 1 sampai 1,5 mm x lebar= 60 sampai 120 mm x panjang= 900 sampai 1500 mm, sehingga dapat membentuk bangun ruang berupa parket yang dapat digunakan secara maksimal.

Kayu yang sering digunakan untuk jenis solid parket adalah, kayu jati, sono keling, merbau, ulin, dan beberapa jenis kayu keras lainnya. Pada praktiknya, jika hendak membuat solid parket berbahan dasar kayu jati, maka yang digunakan ya hanya bilah – bilah potongan jati saja, tidak ada kayu yang lain.

Topik menarik lainnya: Perusahaan Jasa Konstruksi Masa Kini

  1. Engineering Parket

Terbuat dari plywood. Plywood adalah material papan yang menghasilkan beberapa lapisan kayu sehingga menjadi satu lembar kayu (atau terkadang kayu solid tetapi berkualitas rendah), yang dilapisi veneer dari kayu yang berkualitas pada permukaannya.

  1. Laminate Parket

Jenis ini terbuat dari serbuk kayu yang direkatkan dengan bahan kimia. Selanjutnya, Laminate Parket dipress dengan mesin perekat atau hot press agar rekatan kuat dan kokoh. Proses terakhir yaitu melapisi parket dengan vener.

Pada penggunaannya, parket bisa digunakan sebagai lapisan akhir dari desain lantai maupun dinding.

Selanjutnya, penjelasan mengenai material vinyl. Vinyl merupakan salah satu material desain interior yang dibuat secara umum, sebetulnya bahan vinyl acap kali juga dipakai untuk berbagai produk barang lainnya. Banyaknya ragam alat yang dapat dihasilkan dari material vinyl, membuat vinyl juga dikenal sebagai material desain interior untuk lantai maupun desain dinding.

Vinyl yang memiliki bahan utama PVC, dapat dibentuk kedalam lembaran dari beberapa lapisan material. Motif vinyl dapat dibuat sesuai selera dan kebutuhan baik konsumen maupun produsen. Tetapi vinyl populer dengan motif kayunya, hal tesebut membuat parket dan vinyl terkesan sama sehingga susah untuk dibedakan.

  • Kelebihan parket dan vinyl

Setelah mengetahui perbedaan mendasar dari parket dan vinyl, maka perlu juga diketahui apa saja kelebihan dari bahan desain interior parket dan vinyl.

Kelebihan parket:

  1. Dapat memberikan suhu ruangan yang normal dan hangat
  2. Memberikan tampilan yang natural dan elegan
  3. Material bangunan memiliki tingkat keamanan yang tergolong tinggi karena lapisan kayu yang solid
  4. Pemasangan mudah

Kelebihan vinyl:

  1. Biaya tergolong lebih murah karena berbahan sintetis.
  2. Corak yang di tawarkan beragam
  3. Kuat, sehingga tahan lama
  4. Pemasangan dan perawatan mudah
  5. Tahan terhadap air dan kelembaban

Itu dia penjelasan mengenai bahan untuk desain interior, parket dan vinyl. Apakah anda sudah bisa menentukan pilihan untuk desain ruangan anda?